Penjualan Perumahan Turun 30 Persen

Pekanbaru
Tidak saja apartemen, bisnis perumahan juga mengalami koreksi yang signifikan. Lesunya sektor properti ini masih disebabkan dampak krisis global dan rendahnya daya beli masyarakat. Alhasil tingkat penjualan rumah pada kuartal pertama mengalami penurunan drastis.

Menurut Pengamat Perumahan Riau, Jhon Satri penurunan transaksi penjualan rumah sejak kuartal pertama diperkirakan turun hingga 30 persen. Penurunan ini akan lebih dirasakan lagi pada pengembang apartemen. Biasanya setiap bulan bisa mencapai 600 atau 700 unit, sekarang hanya mampu sekitar 600 unit.

Menurut Jhon Satri saat ini pengembangan bisnis di bidang Properti cukup berat khususnya kuartal pertama dan kedua. Penyebabnya adalah dampak krisis global, daya beli masyarakat yang lemah dan lesunya perekonomian serta suku bunga yang relatif bertahan.

Solusinya pemerintah, perbankan dan stakeholder terkait sudah mempertimbangkan sektor ril ini khususnya di bidang properti. Sebabs sektor ini menyangkut khalayak ramai dan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakkan lagi, semua orang butuh rumah.

Menurut Jhon, rumah susun atau sewa dan apartemen belum layak dibangun di Pekanbaru, mengingat jumlah penduduk Pekanbaru belum sampai 1 juta. Sebab aturan pembangunan rumah susun dapat dibangun di kota yang berpenduduk lebih dari 1.5juta jiwa.

Sumber Tribun Pekanbaru