Nuansa Tropis Rumah Marmer

Marmer. Siapa yang tak terpikat dengan kilau keindahannya. Sejak dulu kala, batuan mengandung kalsit dan dolomite ini, digunakan

pada banyak bangunan dan patung-patung. Ketahanannya terhadap api serta goresan, menjadikanya sebagai batu pilihan. Tetapi marmer disukai bukan karena kekuatannya saja. Corak antar potongan yang berbeda dan warna-warna yang berkilau, membuat lantai dan dinding bangunan terlihat mewah, ekslusif.

Pemilik rumah di kawasan Sunter, Jakarta Utara ini pun, memilih marmer untuk mempercantik bangunan tempat tinggalnya. Batuan gunung jenis import yang digunakan hampir di seluruh bagian rumah ini, berasal dari Fagetti. Dimulai dari tangga di depan pintu utama, lantai dan dinding ruang-ruang di lantai satu dan dua rumah sampai tangga-tangga yang menghubungkan tiap lantai.

Menghiasi seluruh lantai, tangga dan dinding rumah dengan marmer memang keinginan pemiliknya. Dan warna-warna natural seperti putih, krem atau abu-abu, menjadi pilihannya. Lantai ruang foyer misalnya, menggunakan Metrix Brush abu-abu tua sedangkan pada dinding dilapis dengan Traventin warna krem. Bergeser sedikit ke dalam, warna putih marmer Bianco Luce, mewarnai lantai dan dinding area hall.

Meski menggunakan warna-warna natural, kemewahan batu-batu asal Italia itu tetap bisa dirasakan. Lihat saja 6 slab Meteororus Brush yang dipasang di salah satu sisi area hall di bawah tangga yang membawa penghuninya naik dari lantai satu ke lantai dua rumah. Marmer warna abu-abu itu, tampil menawan. Keberadaannya sebagai background tangga, membuat area hall semakin megah.

Kesan luxury juga tertangkap dari desain kamar mandi tamu. Di situ, warna biru Blue Moon dan abu-abu perak Matrix berpadu dengan bentuk-bentuk sanitary yang cantik, wastafel dan toilet crom. Sementara itu lighting yang pas menjadi powder yang mungil ini menonjol keberadaannya.

”Saya menginginkan kenyamanan,” ujar nyonya rumah tentang warna dan corak marmer yang dipilihnya. Baginya, rumah adalah tempat untuk tinggal setelah seharian lelah dengan rutinitas bekerja. Warna-warna alam, jelas memberikan kesan tenang dan tentu suasana lapang. Lalu untuk mendukung semua itu, didesain ruang-ruang dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Maka pantry, ruang makan dan ruang keluarga, dibuat terbuka dan dapat langsung melihat kolam renang yang ada di bagian belakang rumah.

Yang menarik adalah dapur yang berada di sebelah pantry. Rupanya, nyonya rumah begitu menikmati kegiatan masak-memasak di dalam rumah. Untuk mengakomodir kesenangan tersebut, disiapkanlah peralatan memasak dengan standard chef hotel bintang lima, mulai dari grill, burner sampai fryer. Semua peralatan dapur ini berasal dari PT. Rotaryana Prima yang mengimpor langsung dari Jerman (ALNO) dan Italia ( Zanussi Professional). Sementara di ruang basement, disiagakan beberapa tabung gas dengan sistem otomatis. Bila gas di tabung pertama habis, gas pada tabung berikutnya langsung mengalir sehingga kompor tetap menyala.

Adalah istri pemilik rumah yang mendesain semua itu. Ia bahkan merancang semua kebutuhan ruang sekaligus ukurannya. Sedangkan letak ruang yang didesain, disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing anggota keluarga. Ruang sepatu yang berdampingan dengan ruang gym, sauna dan shower misalnya, sengaja diletakkan di basement, yang juga merupakan tempat memarkir mobil. Tujuannya sederhana, supaya ia tak repot dengan sepatu hak tingginya saat akan bepergian. Tinggal berlenggang menuruni tangga dari kamar utama di lantai 2 menuju ke ruang sepatu, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah siap menunggu.

Tapi ternyata, bukan hanya soal kebiasaan anggota keluarga yang dijadikan dasar dalam menata ruang. Letak ruang-ruang di rumah ini pun dibedakan sesuai sifatnya. Maka bila ruang sepatu, ruang fitness, dapur, ruang makan atau ruang keluarga yang sifatnya terbuka berada di basement dan lantai 1, tidak demikian halnya dengan kamar tidur utama dan kamar tidur anak. Ruang-ruang yang bersifat pribadi itu, diletakkan di lantai 2. Khusus untuk kamar tidur utama, memakan hampir setengah bagian lantai.

Dan seperti ruang-ruang lainnya, kecantikan batu marmer juga menghiasi setiap lantai kamar tidur. Bedanya, warna marmer yang digunakan pada tiap kamar disesuaikan dengan karakter masing-masing penghuninya. Kamar tidur anak perempuan misalnya, tampil dengan warna hitam yang elegan. Pada bagian lantai dan dinding kamar mandi, lantai mozaik dijadikan pilihan. Sedangkan pada kamar tidur anak laki-laki, hangat dengan lantai Wood Lapis.

Toh, tak cuma soal tata letak ruang dan kamar tidur saja yang dipikirkan pemiliknya saat mendesain rumah. Sebab semua sistem rumah seluas 1300 m2 di atas 800 m2 lahan ini, tertata rapi. Penyimpanan air di bawah tanah misalnya, bisa menyimpan 26 kubik air yang cukup untuk dipakai selama seminggu, water purifier untuk menyaring air PAM, ruang panel-panel listrik sampai genset berdaya tinggi. Uniknya, pemilik rumah juga memikirkan cara, bagaimana agar rumahnya bebas tikus. Maka selain pipa-pipa pembuangan yang dilengkapi dengan kawat jeruji dan dinding luar yang dibuat licin, dirancanglah pintu gerbang yang tak memiliki celah, sebab tikus dilarang masuk. Ide menarik untuk sebuah bangunan rumah tinggal.

Ruangan-ruangan cantik lain yang dihiasi marmer indah di rumah ini dapat dilihat pada majalah Indonesia Design edisi 31/2009 Luxury Homes yang menapilkan 8 beautiful dream houses dalam beragam gaya seperti klasik, minimalis, dan tropis modern. (Kompas.com)