Suku Bunga Turun, Pameran Properti Dibanjiri Pembeli

Jakarta,
Terus menurunnya suku bunga bank pada kuartal I-2009, dinilai menjadi pemicu tingginya minat beli masyarakat terhadap sektor properti selama pameran yang berlangsung sepekan di Jakarta.

Menurutnya, masyarakat lebih banyak memilih berinvestasi di sektor properti dibandingkan investasi di sektor lainnya. Pasalnya, sektor properti tetap terjaga di sepanjang tahun dan bahkan terus mengalami kenaikan harga.

Pada umumnya, para pembeli yang berkunjung lebih berminat pada perumahan apartemen dan rusunami bersubsidi yang masih menjadi idaman keluarga kelas menengah ke bawah. Bahkan, dia menjamin target penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dia belum mau menyebutkan target unit rumah yang dijual tahun ini selama pameran berlangsung.

Di samping itu, perang diskon tidak bisa dielakkan sebagai siasat pengembang menawarkan produk dan jenis tipe hunian kepada para pengunjung. Biasanya pengembang menawarkan diskon antara 10-15 persen dan bahkan tidak mungkin akan lebih besar lagi menjelang penutupan pameran.

Salah seorang staf pemasaran Kota Wisata mengatakan, pemberian diskon besar-besaran sekarang ini sudah memacu penjualan rumah cukup pesat. Diskon yang ditawarkan itu sangat bervariasi mulai harga jual rumah sampai ke pemberian hadiah istimewa kepada konsumen yang langsung transaksi.

Menurutnya, pengembang Duta Pertiwi Sinar Mas Grup saat ini tengah menawarkan sekira 4.000 unit rumah tumbuh dalam satu kawasan asri di Cibubur, Jabar, dengan berbagai tipe. Selama pameran yang digelar sejak akhir pekan lalu, pihaknya berhasil memasarkan sekitar 1.000  unit rumah dari berbagai tipe.

Tipe rumah yang ditawarkan itu mulai dari tipe 71 sampai dengan tipe 380, dengan harga antara Rp400 juta-Rp2,2 miliar. Pembelian rumah itu, bisa dilakukan secara kontan maupun kredit dengan memanfaatkan jasa beberapa bank pendukung pembangunan perumahan  antara lain BRI, BTN, dan BNI.

Dalam pameran REI Expo 2009 melibatkan 90 pengembang peserta pameran dengan 108 lokasi proyek properti.

Titi menambahkan, pelaksanaan REI Expo 2009 diharapkan bisa mendorong laju pertumbuhan investasi yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi seiring implementasi kebijakan aneka tambahan stimulus dari pemerintah dalam rangka realisasi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2009 pada kisaran 4-5 persen.

Sebelumnya, Corporate Finance Division Head PT Bakrieland Development Amri Arwono Putro mengatakan, Kuartal II-2009 atau periode Mei-Agustus 2009 diprediksi menjadi titik balik pasar properti. Pada kuartal kedua, sektor properti diramalkan mulai bangkit setelah terpuruk pada penghujung 2008. (ade-OkeZone.com)