Penurunan Bunga KPR Sudah Mendesak

Kalangan pengembang mendesak penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) turun selambat-lambatnaya bulan Juli mendatang. Tidak ada alasan lagi bagi perbankan mempertahankan suku bunga KPR setelah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) kembali turun sebesar 0,25 basis poin menjadi tujuh persen.

Ketua Dewan Perwakilan daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat Hari Raharta di Bandung, Senin (8/6) mengatakan, suku bunga KPR sebesar 14 persen saat ini sudah tidak realistis lagi. Terlebih, kebijakan perbankan mempertahankan suku bunga KPR membuat program pemukiman bagi masyarakat kecil tersendat.

"Paling tidak, bulan depan saya yakin sudah akan ada penurunan KPR. Kondisi properti semakin melemah apabila perbankan tidak segera menurunkan suku bunganya," jelas Hari.

Menanggapi itu, Kepala Cabang Bank Tabungan negara (BTN) Bandung, Poernomo menilai, penurunan KPR memang sudah memungkinkan, terutama setelah BI Rate kembali turun sejak awal Juni menjadi tujuh persen. "Kami menunggu kebijakan kantor pusat. Namun, KPR memang sudah bisa diturunkan walau saya belum yakin kapan dan berapa KPR akan diturunkan," ungkap Poernomo.
Sumber :
http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/08/22254717/penurunan.bunga.kpr.sudah.mendesak.