Kemenpera Bangun Rusunawa untuk TNI/Polri

Kementerian Negara Perumahan Rakyat membangun 11 twinblock (blok kembar) rumah susun sederhana sewa (rusunawa), khusus untuk personel TNI dan Polri.

Dari 11 twinblock itu, satu di antaranya berada di markas Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya, di Jalan Perwira, Surabaya, yang pembangunannya diresmikan oleh Menpera M Yusuf Asy’ari, Kamis.


"Memang ide awal pembangunan rusunawa TNI/Polri ada di sini, namun baru kali ini terlaksana setelah kami mengupayakan pembiayaannya bersama Menteri Keuangan," katanya.

Selain di Kodam V/Brawijaya, rusunawa itu dibangun di atas lahan milik Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, sebanyak dua, Kodam Jaya (1), Kopassus (1), Mabes Angkatan Laut di Sunter, Jakarta Utara (2), Mabes Angkatan Udara di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur (2), dan Mabes Polri di Daan Mogot, Jakarta Barat (2).

"Dana untuk membangun rusunawa TNI/Polri berasal dari stimulus fiskal, sehingga pelaksanaan pembangunan harus rampung tahun ini juga," katanya menegaskan.

Pembangunan rusunawa di Kodam V/Brawijaya, lanjut dia, merupakan proyek percontohan agar nantinya personel TNI/Polri bisa belajar hidup di rumah susun.

"Kami sengaja membangun empat lantai, karena kami sesuaikan dengan aktivitas personel TNI/Polri. Tidak mungkin kami membangun rusunawa 20 lantai tanpa lift untuk personel TNI/Polri, karena akan menyulitkan mereka dalam beraktivitas," kata Menpera.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perumahan Andi Zaenal A Dulung mengatakan, biaya pembangunan empat lantai rusunawa Kodam V/Brawijaya di atas lahan seluas 4.200 meter persegi itu mencapai Rp 10 miliar.

Rusunawa tersebut terdiri atas 72 unit hunian, masing-masing berukuran 30 meter persegi yang terdiri atas dua kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu. "Satu hunian ini mampu menampung satu keluarga kecil yang harmonis," kata Andi.

Pelaksana pembangunan rusunawa Kodam V/Brawijaya adalah PT Aneka Buana Perkasa dibantu PT Wiswakharman selaku perencana dan PT Laras Respati Utama selaku pengawas.

"Waktu pelaksanaan pembangunan ini berlangsung dalam enam bulan. Diharapkan pada Desember nanti peresmian penggunaan sudah bisa dilakukan," katanya.

Sementara itu, Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno mengatakan, pembangunan rusunawa itu dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi prajurit TNI Angkatan Darat.

"Banyak prajurit kami yang tinggalnya jauh dari kesatuan, kami berharap rusunawa ini nanti dapat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi, termasuk dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Surabaya," katanya.

Menurut dia, untuk bisa menempati 72 hunian di rusunawa itu pihaknya akan melakukan seleksi, di antaranya prajurit yang belum punya rumah, kesatuannya berada di sekitar rusunawa, dan berdasar kepangkatan.

"Memang kalau hanya satu twinblock seperti ini kurang. Apalagi prajurit kami tidak hanya di Surabaya, tapi terbanyak juga ada di Malang dan Jember," kata mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) itu.