Warga Perumahan Dwi Tunggal Arifin Demo Developer

PEKANBARU- Puluhan warga perumahan Dwi Tunggal Arifin, Sabtu (16/1/10) sekitar pukul 11.30 WIB berdemo di kantor Depeloper yakni PT.Dwita Sukses Makmur di Jalan Kharuddin Nasution, Simpang Tiga. Mereka menuntut listrik 1.300 Watt yang dijanjikan perusahanan selama hampir dua tahun ini.


Kemarahan warga sudah memuncak karena selama hampir dua tahun ini warga hanya dijanji-janjikan pihak Depeloper atau perusahaan bahwa listrik akan segera dimasukkan, selain itu listrik yang dijanjikan tersebut sesuai dengan brusur perumahan tersebut bahwa dalam brosur tersebut pembelian rumah sudah termasuk listriknya.

Keterangan salah satu warga yakni Firdaus (43) bahwa warga sudah lama menanyakan kepada pihak Depeloper kapan listrik yang dijanjikan tersebut akan dipasang dan jawabannya hanya janji-janji belaka, hingga saat ini hanya jaringannya saja yang telah terpasang alasannya masih dalam pengurusan.

"Kita datang kesini sudah memuncak,Pak! karena selama hampir dua tahun ini kita hanya dijanji-janjikan saja oleh pihak Depeloper. Alasan mereka masih dalam pengurusan akan tetapi kita ketahui listrik tersebut baru akhir bulan lalu didaftarkan sementara kita sudah lama memanti," terangkan Firdaus sambil menunjukkan brosur rumah tersebut.

Sementara itu keterangan pihak Developer yakni Mardias Manager lapangan perumahan tersebut mengatakan bahwa pihak Developer telah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi janji-janji listrik tersebut, akan tetapi saat ini hal tersebut masih dalam tahap pengurusan.

"Kita sudah berusaha, tetapi saat ini masih dalam pengurusan! jadi kita mau apakan sementara warga minta saat ini harus ada listrik tersebut," terangkan Mardias. Selain itu ia juga mengatakan sudah memberikan solusi untuk listrik atau penerangan sementara yakni dengan menyediakan gensed dan warga harus membayar Rp 200 ribu per bulan untuk biaya operasional.

"Kita sudah cari solusinya yakni dengan menyediakan gensed sementara, sebelum listrik dimasukkan. Untuk biaya operasional, warga dikenakan biaya Rp 200 ribu perbulannya! untuk kita sudah banyak berusaha untuk penerangan," tambahkan Mardias. Sumber RiauTerkini.com