Bisnis Properti Alami Ancaman Serius

Lebih separuh perumahan di Riau Gelap Gulita belum dialiri listrik
Krisis listrik berkepanjangan di Riau menyebabkan bisnis perumahan serta properti lainnya berada dalam ancaman serius. Pasalnya saat ini sebanyak 80% perumahan yang sudah selesai dibangun
developer masih gelap gulita. Akibatnya masyarakat enggan melakukan penawaran kredit rumah sehingga bangunan tersebut dikhawatirkan menjadi rusak karena tidak dirawat. Kondisi ini lamban ditangani pemerintah, terutama Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai institusi paling bertanggungjawab menyediakan setrum tersebut. Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Riau menjelaskan kepada Wartawan. Menurut Ketua APERSI Riau krisis listrik berkepanjangan jangan selalu menjadi alasan penyedia listrik belum mampu membuat jaringan daya.

Pihaknya telah mengajukan perumahan tersebut untuk menjadi prioritas utama PLN dapat dialiri tahun ini. Permintaan terhadap perumahan oleh masyarakat dalam lima tahun terakhir amat tinggi, namun karena listrik tak kunjung masuk para pemesan memilih menunggu melakukan kontrak pembelian.

Sementara itu pemerintah telah mulai menghitung ganti rugi lahan PLTU Tenayan, pemerintah kota Pekanbaru yang akan diberikan kepada pemilik lahan sebesar Rp 10ribu permeter. Dengan ditetapkannya ganti rugi tersebut maka pelaksanaan proyek pembangkit listrik dengan kekuatan daya sebesar 2 kali 100 megawatt bisa segara dimulai. Sumber : Tribun Pekanbaru.