Kebutuhan Rumah 800.000 Unit Per Tahun

Indonesia masih kekurangan rumah sekitar enam juta unit. Sebab, kebutuhan perumahan tergolong tinggi mencapai 800.000 unit. Ini membuka peluang yang sangat besar pada industri properti. Franchise Manager PT Holcim Indonesia Tbk, Oza Guswara, Senin (4/10) di Bandung mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi publik untuk turut mengembangkan sektor perumahan. Di antaranya, memberikan kemudahan bagi konsumen, baik yang ingin membangun rumah secara pribadi sejak awal, maupun merenovasinya.


"Kami bekerja sama dengan lembaga perbankan, dalam hal ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kemudahan itu berupa fasilitas kredit. Artinya, konsumen yang ingin merenovasi rumah, tetapi terkendala biaya, dapat terbantu oleh fasilitas kredit," paparnya. Caranya, pihaknya memiliki gerai-gerai Solusi Rumah. "Pada gerai-gerai itu, konsumen dapat memperoleh keterangan mengenai perincian biaya, baik membangun rumah sejak awal, maupun renovasi. Jika ada kendala, dapat mengajukannya secara kredit kepada BRI," tuturnya.

Solusi Rumah Operation & Maintenance Manager PT Holcim Indonesia Tbk, Peterson Singoringo, menegaskan, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan pihaknya itu tidak berbenturan dengan pasar para pengembang perumahan. Kami tidak mengambil pasar pengembang. "Pasar kami adalah bagi konsumen yang ingin membangun rumah sejak awal dan mereka yang ingin merenovasi rumahnya," tegas Peterson. Selain bekerja sama dengan lembaga perbankan, Solusi Rumah juga menggandeng lembaga asuransi. Tujuannya, menjamin financial pembangunan, pembuatan, maupun renovasi rumah para konsumen.

Sejauh ini, di seluruh tanah air, pihaknya membangun dan merenovasi jutaan blok bangunan terdiri atas rumah, sekolah, termasuk sarana umum lainnya. Khusus di Jawa, jumlah rumah yang tertangani sebanyak 600 rumah. Itu mencakup renovasi dan bangun baru. Kompas.com