Pemerintah Salurkan DAK Rp 6 Miliar Per Daerah

Pemerintah akan menyalurkan dana alokasi khusus sebesar Rp6 miliar per kabupaten/kota untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi jumlah rumah tangga miskin, kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.



"Untuk mewujudkan hal itu, Keresidenan Kedu, Jawa Tengah bisa menjadi percontohan nasional dalam penyaluran dana alokasi khusus (DAK) perumahan," katanya pada diseminasi program dan kebijakan perumahan dan permukiman di Temanggung, Jumat.

Hadir dalam kegiatan itu, antara lain kepala daerah, kepala Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional Daerah di Keresidenan Kedu (Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang, Kebumen, Purworejo, dan Kota Magelang).

Menpera mengatakan daerah yang baru mendapat dana alokasi khusus (DAK) di Keresidenan Kedu adalah Kabupaten Temanggung dan Kota Magelang. "Kami berharap dana tersebut dapat diserap daerah dengan baik," katanya.

Ia mengatakan dengan dana sebesar Rp6 miliar maka bisa membantu memperbaiki rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit.

Menurut dia, pembangunan perumahan harus terfokus di satu tempat kemudian dievaluasi dan selanjutnya bisa dikembangkan di daerah lain.

Ia mengatakan selama ini muncul persepsi yang salah terhadap Kementerian Perumahan Rakyat, karena dianggap tugas Kemenpera adalah membangun rumah kemudian membag-bagikan kepada rakyat.

Menpera mengatakan diseminasi program perumahan, permukiman, dan kebijakan Kemenpera diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan program pembangunan perumahan di daerah.

Berdasarkan data, jumlah kekurangan rumah saat ini mengalami peningkatan dari 5,8 juta unit pada 2004 menjadi 7,4 juta unit pada akhir tahun 2009.

Jumlah rumah tangga yang menempati rumah tidak layak huni dan tidak didukung prasarana, sarana lingkungan, dan utilitas umum yang memadai pada 2009 sebanyak 4,8 juta unit rumah diperkirakan dalam kondisi rusak.