Ganti Rugi Lahan Areal Fly Over Belum Final

PEKANBARU, Memasuki bulan Juni, proses ganti rugi untuk pembebasan lahan di areal pembangunan fly over masih belum final. Hal ini dikarenakan masih ada pemilik lahan yang belum melengkapi administrasi, sehingga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau yang merupakan penanggung jawab pelebaran jalan protokol di Kota Pekanbaru belum dapat menyerahkan dana ganti rugi secara keseluruhan.



Hal itu diutarakan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Riau Ahmad Ismail kepada Riau Pos, Rabu (1/6). ‘’Prosesnya masih berjalan. Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan penyerahan dana ganti rugi secara simbolis. Hanya saja ini belum dapat kita selesaikan, karena masih ada persyaratan yang belum dilengkapi,’’ tegasnya.

Saat ditanyakan mengenai persentase penyelesaian ganti rugi lahan yang berada Jalan Jenderal Sudirman itu, dia mengaku belum mengetahui angka pastinya. Namun dia menargetkan Juli proses ganti rugi sudah selesai dilaksanakan.

Sehingga proses pelebaran jalan yang diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan dapat segera difinalkan. ‘’Yang pasti belum sampai 50 persen. Saya sudah meminta anggota untuk menggesa proses ini. Program pelebaran jalan ini tetap menjadi salah satu progres yang prioritas kita,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk nominal yang dianggarkan dalam proses pelebaran tersebut, Ahmad memilih tidak berkomentar banyak. Menurutnya hal tersebut disesuaikan dengan pagu anggaran. Poin penting yang berhasil disepakati adalah harga ganti rugi lahan tersebut, yakni Rp3,2 juta per meter untuk zona tertinggi. Riau Pos