Sektor Konstruksi Dongkrak Perekonomian

Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengungkapkan, sektor konstruksi Indonesia bisa meningkatkan produk domestik bruto (PDB) antara tujuh hingga sepuluh persen. Selain sektor perekonomiaan, sektor konstruksi juga menjadi sektor andalan untuk pembangunan bangsa.



"Peningkatan PBD ini akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja," kata Joko saat meresmikan gedung workshop bantuan India di komplek Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Selasa (26/7/2011).

Selain sektor perekonomiaan, lanjut Joko, sektor konstruksi juga menjadi sektor andalan untuk pembangunan bangsa. Untuk itu, sinergisitas dengan semua pihak perlu dilakukan agar pembangunan ini terlaksana.

"Sektor konstruksi akan mendongkrak perekonomian masyarakat. Ini sejalan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan," ujar Joko.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Bambang Goeritno menyatakan untuk membentuk SDM yang kompeten dan kompetitif maka harus adanya ketrampilan. Di masa sekarang, skil sangat dibutuhkan untuk mencari pekerjaan.

"Adanya pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan masyarakat Aceh tentang ketrampilan," kata Bambang.

Dia menambahkan, pengembangan SDM untuk tenaga konstruksi di Aceh akan dilakukan sembilang bidang diantaranya, tukang las, surveyor, tukang besi, tukang pasang ubin, tukang plambing, juru gambar, tukang batu, tukang kayu dan tukang listrik.

"Keberadaan pelatihan ini diharapkan bisa mewujudkan SDM yang handal," ujar Bambang. KOMPAS