Inggris turunkan DP kredit rumah

LONDON: Pemerintah Inggris berencana menurunkan uang muka kredit pemilikan rumah sebesar 5% guna meningkatkan pertumbuhan industri perumahan.
Industri perumahan di Inggris cenderung melambat selama beberapa tahun terakhir akibat nilai KPR yang cukup tinggi. Saat ini, calon pemilik rumah harus membayar uang muka 25% dari harga rumah.


Pemerintah dan perusahaan pengembang perumahan menetapkan uang muka sebesar 25% untuk menghindari kejadian gagal bayar oleh pemilik KPR.

Pengembang telah memangkas biaya, mengubah produk, dan mendapatkan potongan harga tanah dalam 2 tahun terakhir. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan keuntungan saat penjualan rumah menurun sejak 2006.

Charlie Campbell, analis Liberum Capital, mengatakan laba bersih berpotensi tumbuh jika program penurunan uang muka terealisasi.

"Jika KPR bisa tumbuh perlahan dan perumahan yang dibangun mengambil bahan yang telah ada sebelumnya, keuntungan berpotensi naik karena biaya produksi berkurang," jelasnya.

Industri perumahan di Inggris mengalami penurunan antara 2006 dan 2007, baik perumahan baru maupun eksisting. Berdasarkan data Department for Communities and Local Government Inggris, penjualan rumah baru turun menjadi 32.460 pada kuartal pertama 2011 dari 52.710 pada kuartal pertama 2007. BISNIS.com