Prospek Penjualan Rumah Lesu

Penjualan rumah oleh pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) hingga Mei hanya 25 persen dari jumlah yang ditargetkan tahun 2012 ini sebanyak 6 ribu unit. Ketua Apersi Riau, Zalmesi Fradius Selasa (29/5) menyebutkan jumlah tersebut turun jauh dibandingkan pencapaian tahun 2011 lalu.


Kata Zalmesi, tahun lalu, penjualan rumah oleh pengembang anggota Apersi Riau di per Arpil 2011 sudah mencapai 40 persen dari jumlah yang ditargetkan pada tahun 2011 lalu yang juga sebanyak 6 ribu unit. Sedangkan tahun 2012, perMei baru terjual hanya 25 persen.

"Penjualan rumah tahun 2012 merosot. Jauh di bawah realisasi penjualan rumah anggota Apersi tahun 2011 lalu. Dengan jumlah target yang hampir sama, 6 ribu unit rumah, tahun lalu perApril penjualan sudah 40 persen. Tahun ini hingga Mei penjualan baru 25 persen saja," terang Zalmesi.

Disinggung penyebabnya, Zalmesi menyatakan bahwa skim kredit untuk prpgram FLPP dari pemerintah dibatasi dengan maksimal kredit hanya Rp 70 juta. Turun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp 80 juta perunitnya. Padahal, dengan naiknya harga bahan bangunan (material) 15-20 persen, untuk membangun 1 unit rumah dibutuhkan dana hingga Rp 70-80 juta perunitnya.

Sumber Riauterkini.com