Malaysia dan Singapura Perketat Pembelian Rumah Oleh Orang Asing

Beberapa negara berkembang di Asia saat ini menerapkan kebijakan yang menghambat masuknya orang asing ke pasar properti di negaranya. Singapura dan Malaysia sudah menerapkan kebijakan ini.

Dikutip dari kajian Knight Frank, Sabtu (16/6/2012), di Singapura, sejak Desember lalu ada pengenaan bea tambahan 10% stamp duty bagi orang asing yang merupakan pola kebijakan proteksionisme terbaru. Sementara di Malaysia, ada rencana peningkatan harga minimum properti yang dapat dibeli oleh orang asing, dari tadinya minimal 500 ribu ringgit menjadi 1 juta ringgit. Kebijakan ini diperkirakan bakal diterapkan tahun ini. Selain kedua negara ini, Australia juga sudah mencabut kebijakan insentif diskon 50% pajak imbal hasil keuntungan untuk warga asing dengan transaksi yang terjadi setelah 8 Mei 2012. Kebijakan tersebut menyusul peraturan yang diterapkan di 2010 bagi pembeli asing yang hanya diperbolehkan membeli properti baru. Menurut kajian Knight Frank, mayoritas dari kebijakan dan sentimen pengetatan ini berangkat dari reaksi umum pembeli lokal yang merasa tingginya kenaikan harga properti didorong oleh pembeli asing, sehingga menyebabkan makin tidak terjangkaunya kemampuan keuangan pembeli lokal. Tren kondisi properti yang booming ini menyebabkan menurunnya tingkat jangkauan kemampuan keuangan untuk membeli properti khususnya untuk pembeli lokal yang baru pertama kali memiliki rumah. Sumber Detik.COM